Hubungan kebiasaan mengkonsumsi fast food dengan obesitas

Analisa bivariat untuk mengetahui hubungan 3 antara pengetahuan dan kebiasaan konsumsi fast food dengan kejadian gizi lebih dengan menggunakan uji statistik Chi Square X2 dan Odds Ratio OR.

Hipotesis Hipotesis adalah suatu pernyataan yang masih lemah yang membutuhkan pembuktian untuk menegaskan apakah hipotesis dapat diterima atau ditolak,berdasarkan fakta atau data empiris yang telah dikumpulkan dalam penelitian, atau dengan kata lain hipotesis merupakan sebuah pernyataan tentang hubunganyangdiharapkanantaraduavariabelataulebih yang dapatdiujisecaraempiris Hidayat,hal.

Tetapi, hal itu telah tergantikan dengan game elektronik, komputer, Internetatau televisi yang cukup dilakukan dengan hanya duduk di depannya tanpa harus bergerak. Pangan dan Gizi Untuk Kesehatan.

Sedangkan pada kelompok kontrol, berat rata-rata fast food yang dikonsumsi sebesar 87,3 gram per hari dengan jumlah jenis fast food rata-rata sebanyak 5,9 jenis Tabel 3.

Setelah responden selesai menjawab kuesioner yang dibagikan, selanjutnya peneliti mengumpulkan kuesioner kembali dengan terlebih dahulumemeriksakan jawaban responden apakah sudah terisi seluruhnya sehingga dalam pengolahan data tidak terjadi kesalahan. Berikan porsi yang sesuai dan jangan terlalu berlebihan.

Kurangnya aktivitas fisik Masa anak-anak identik dengan masa bermain. Data hipertensi diukur dengan menggunakan tensimeter.

Berita Kedokteran Masyarakat.

Hubungan Konsumsi Fast Food dengan Obesitas pada Remaja di SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta

SARAN Hendaknya para penyedia layanankesehatan memiliki beban tanggung jawab dalam mempromosikan kesehatan reproduksi khususnya pada remaja untuk mengetahui hubungan mengkonsumsi junk food dengan obesitas. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling yang terdiri dari 9 orang informan kunci dan 14 orang teman informan kunci sebagai triangulasi untuk menjamin validitas data.

Makanan yang mengandung soda seperti minuman ringan yang bersoda yang banyak dijual. Statistik menunjukkan bahwa di banyak negeri, obesitas juga melanda anak-anak sampai taraf yang memprihatinkan. Adapun kerangka konsep penelitian tentang hubungan frekuensi mengkonsumsi junk food dengan obesitas pada siswa di SMA Dharma Pancasilakelurahan Selayang Medan adalah: The data of obesity prevalence were calculate based on the number of obesity students.

Konsumsi siap saji yang terus menerus, obesitas dan hipertensi meningkatkan morbiditas, menurunnya kapasitas kinerja fisik, dan menurunnya fungsi kognitif pada remaja. Kerangka konsep B.

Minuman ringan Sama seperti makanan cepat saji, minuman ringan soft drink terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan akan cepat bertambah bila mengkonsumsi minuman ini.

Konsumsi yang tinggi terhadap fast food dapat menyebabkan terjadinya kegemukan karena kandungan dari fast food tersebut. Menganalisis data yang sudah terkumpul. Obesitas Hal ini disebabkan karena remaja lebih banyak beraktifitas dan masa remaja merupakan masa pertumbuhan yang sangat pesat sertakebiasaan remaja yang suka ngemil dan makan-makanan jajanan diluar bersama teman-teman sebaya yang berlemak tinggi seperti bakso, junk food, pizza dan lain-lain Mitayani Sartika,hal.

Analisa univariat untuk mendiskripsikan karakteristik repsonden, pengetahuan, dan kebiasaan konsumsi fast food.Effect of fast food consumption on the body Mass Index statu of Adolescent Girls - A Review.

International Journal of Advanced Research in Biological Sciences, 2(3), 20– Wahyuni, S. (). Hubungan konsumsi fast food dengan obesitas pada remaja di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Banda Aceh (Skripsi tidak dipublikasikan).Author: Rifai Ali, Nuryani Nuryani.

justgohostelbraga.com – Menurut sebuah penelitian, mereka yang gemar mengkonsumsi fast food tidak hanya kondisi kesehatannya yang akan memburuk, namun juga kondisi psikologisnya.

Fakta lain yang cukup mengejutkan, ternyata ada relasi yang cukup kuat antara kebiasaan mengkonsumsi fast food dengan depresi.

hubungan pengetahuan, uang saku, motivasi, promosi, dan peer group dengan frekuensi konsumsi makanan cepat saji (western fast food) pada remaja putri HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI (FAST FOOD) DENGAN TEMPAT TINGGAL PADA MAHASISWA FIK DAN FT UNIVERSITAS MUHAMAMMADIYAH SURAKARTAAuthor: Yulia Tanuwidjaja.

Maraknya restoran cepat saji merupakan salah satu faktor penyebab. Anak-anak sebagian besar menyukai makanan cepat saji atau fast food bahkan banyak anak yang akan makan dengan lahap dan menambah porsi bila makan makanan cepat saji.

KEBIASAAN MAKAN

Padahal makanan seperti ini umumnya mengandung lemak dan gula yang tinggi yang menyebabkan obesitas. 25/05/ · Ada fakta yang menarik mengenai kegemaran mengkonsumsi fast food, dimana dampak buruknya bukan hanya pada kesehatan fisik tapi juga terkait dengan kondisi psikologis, dengan kata lain ada kaitan dan relasi yang cukup kuat antara kebiasaan mengkosumsi fast food dengan pikiran berat yang terkait dengan depresi.

cepat saji atau fast food dengan alasan lebih enak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, jumlah uang saku, dan kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi pada siswa SMPN 25 Surakarta.

Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan crossectional.

Hubungan kebiasaan mengkonsumsi fast food dengan obesitas
Rated 0/5 based on 77 review